Pendidikan Seks buat Dede Kecil

16 10 2011

Apa itu pendidikan seks buat si dede kecil? Seberapa penting? Langkahnya seperti apa?
Jawaban dari pertanyaan pertama adalah pendidikan seks buat anak usia dini. Yaitu, pengenalan dini tentang organ tubuh manusia, untuk selanjutnya diperkenalkan tentang alat reproduksi.
Jawaban dari pertanyaan kedua adalah sangat penting. Mengapa sangat penting karena dimaksudkan untuk menghindari perilaku seksual yang negatif. dalam hal ini, anak akan dengan sendirinya mengenal dunia seks dan akibat negatif yang ditimbulkannya bila dilakukan dengan menabrak aturan hukum dan agama. Tujuan yang lebih besar lagi yaitu setiap anak akan menghargai kodratnya sebagai perempuan ataupun laki-laki serta menghargai lawan jenisnya.
Jawaban dari pertanyaan ketiga adalah sebagai berikut:
1.Mengajarkan anak tentang rasa malu dalam konteks seks seperti menggunakan handuk setelah keluar dari kamar mandi dan berpakaian dalam kamar. Secara tidak langsung anak dijarkan tentang hal-hal pribadi yangtak boleh sembarangan dipertontonkan.“Belajar” malu menurut ahli pendidikan seks asal Jerman, Ina-Maria Philipps, merupakan bagian dari proses pengenalan balita terhadap tubuhnya sendiri. Sebab, secara langsung maupun tidak langsung ia akan mengenali, organ penting yang wajib “ditutupi” dan tidak boleh disentuh orang lain.(dikutip dari http://www.balitasehat.net)

2.Mengajari anak cebok sendiri agar tidak bergantung pada orang lain. ini dimaksudkan agar anak mengerti bahwa alat kelaminnya merupakan hal pribadi yang tak boleh disentuh orang lain.

3.Menggunakan istilah yang benar untuk alat kelamin. misalnya jangan mengatakan “burung” untuk penis. orang tua harus mengatakan yang sebenarnya, penis untuk alat kelamin laki-laki, vagina untuk alat kelamin perempuan. dengan begitu, ketika beranjak remaja anak-anak tidak menertawakan kedua istilah ini dan tidak menjadikannya bahan olok-olokan/candaan.

4.Mandi bersama antara balita dan orang tuanya. ini dimaksudkan agar anak belajar mengenal organ tubuh dan membedakan antara pria dan wanita. beberapa psikolog menyarankan mandi bersama anak dibartas sampai usia anak 3-5 tahun. karena dikhawatirkan anak akan bercerita kepada orang lain. namun, ada juga psikolog yang menyarankan tidak mandi bersama agar anak belajar menghargai orang tua. jadi, point 4 ini pilihan ya!!!

sumber:
http://episentrum.com
http://edupsi.wordpress.com


Aksi

Information

One response

2 02 2013
bedahtipis@yahoo.com

ketika daging menjadi tulang belulang….lalu dengan daging dari mana lagi utuk menutupi tulang belulang tersebut……..nang ning nung neng nong…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: