Basmalah pada Alfatihah

9 12 2009

Basmalah

Basmalah, berasal dari akar kata “basmala-yubasmilu-basmalatan” yang berarti mengucapkan lafadz Bismillahirrahmanir-rahim. Kata basmalah merupakan “masdar” yaitu kata benda yang berasal dari kata kerja.

Para ulama sepakat bahwa basmalah yang termaktub dalam QS An Naml (27) : 30 yaitu : “innahu min sulaiman wa innahu bismillaahir-rahmaanir-rahiim ” adalah termasuk bagian dari ayat Al Quran.

Disini timbul perbedaan, apakah basmalah termasuk surah Al Fatihah dan setiap surah Al Quran.

Menurut madzhab Maliki, basmalah tidak termasuk ayat dari surah Al Fatihah dan juga tidak termasuk ayat dalam setiap surah Al Quran, kecuali QS An Naml (QS.27).

Argumentasi mereka adalah sebagai berikut :

Dalil Naqly

1.Dari ‘Aisyah r.a. ia berkata : ” ketika Rasululllah SAW shalat beliau mulai dengan takbir kemudian langsung membaca “Alhamdulillahi rabbil “alamin”. (Hadits riwayat Muslim)

2. Dari Anas r.a. sebagaimana ada dalam kitab shahih Bukhari dan Muslim, ia berkata : “Aku pernah shalat di belakang Nabi SAW, Abu Bakar, Umar, dan Ustman. Mereka membaca Al Fatihah langsung Alhamdulil-lahirabbil’alamin tanpa basmalah”. Dalam riwayat muslim ditambahkan : ” Mereka tidak menyebut lafal basmalah baik di awal bacaan (Al Fatihah) maupun akhir bacaan”.

3. Dan Abu Hurairah r.a ia berkata : “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda : “Allah SWT berfirman: “Aku membagi surah Al Fatihah separuh-separuh antara Aku dan hambaKu. Dan hambaKu berhak mendapatkan apa yang dia minta. Jika ada seorang hamba berkata alhamdulillahirabbil’alamin, Allah berfirman: “hambaKu memujiKu, jika ia membaca : al-rahmanir-rahim, Allah berfirman: “hambaKu memujiKu, jika ia membaca lagi: maliki yaumid din, Allah berfirman: “hambaKu mengagungkanKu dan memasrahkan dirinya kepadaKu, maka jika ia membaca : lyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in, Allah berfirman: “ini antara Aku dan hambaKu, untuknya apa yang ia minta, maka jika ia membaca lagi : ihdinas shiratal mustaqim…dst Allah berfirman : ini untuk hambaKu dan baginya apa yang ia minta. (Hadist Qudsi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘Ala Shahih Muslim, juz 3 halaman 12).

Dalil `Aqly (Logika)

Andaikata basmalah termasuk Al Fatihah maka terdapat pengulangan dalam satu surah dalam ” ar-rahmanir-rahim”. Satu hal yang janggal dalam ilmu balaghah.

Adapun penulisan basmalah pada setiap surah adalah lit-tabarruk (mengharapkan berkah), dan melaksanakan hadits yang menganjurkan membaca basmalah pada setiap urusan, sekalipun penulisannya dianggap mutawatir tetapi tidak dalam keberadaannya sebagai bagian dari surah Al Fatihah dan setiap surah Al-Quran.

Di masjid Nabawi yang terletak di kota Madinah, dimana shalat telah dilaksanakan selama kurun waktu ratusan tahun dari zaman Rasulullah SAW sampai zaman Imam Malik ra, namun, tidak satupun imam shalat yang membaca basmalah. Ini mengindikasikan bahwa basmalah bukan termasuk Al Fatihah dan ayat setiap surah. Atas dasar madzhab inilah, Metode Struktur Al Quran tidak menyertakan basmalah dalam setiap terapinya.

Imam Al Qurthuby menegaskan bahwa pendapat Imam Malik yang paling shahih, karena periwayatan Al Quran harus mutawatir dan pasti. Bukan didasarkan atas riwayat yang Ahad (dzanny) yang masih diperselisihkan keabsahannya. Hal senada diungkapkan lbnu Al ‘Araby.

About these ads

Aksi

Information

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: